Ada 140 Hafizh Penghafal Al Quran di Parlemen Mesir   Leave a comment

Parlemen Mesir atau yang disebut dengan Majelis Asy Syaab, pasca jatuhnya Husni Mubarak dalam Revolusi Musim Semi Arab, ternyata beranggotakan orang-orang sangat luar biasa. Dari hasil Pemilihan Umum selama tiga kali putaran di seluruh Propinsi Mesir, partai-partai berbasis Islam seperti Partai Kebebasan dan Keadilan dari Ikhwanul Muslimin dan Partai An Nur dari kelompok Salafi menduduki mayoritas kursi parlemen. Selain itu masih terdapat juga berbagai kelompok Islam lain yang lebih kecil.

Partai Ikhwanul Muslimin meraih 235 kursi (46,2 persen) dari total 505 kursi, disusul koalisi Salafi 123 kursi (24,2 persen), selebihnya terbagi dari partai-partai liberal, antara lain Al Wafd 37 kursi, dan Koalisi Parlemen Revolusi 34 kursi

Baca entri selengkapnya »

Posted Januari 13, 2013 by sutrisno in Pengantar

Dikaitkatakan dengan ,

Tentang ‘Pemuda’   Leave a comment

Memaknai Hari Sumpah Pemuda….Gambar
Pesan kali ini tentang saya, kalian dan kita semua sahabat yang mengalir darah penuh dengan semangat perjuangan.. apakah semangat itu masih segar ada pada diri kita.. telahkah semangat itu diperuntukkan untuk hal yang benar atau tidak… 

Semangat itu adalah semangat yang dimiliki pemuda yakni semangat untuk berubah dan melakukan perubahan. Hal ini yang menjadi peran paling penting dari pemuda. Jika kita melihat kembali sejarah Indonesia, kita akan melihat begitu dominannya peran pemuda dalam melakukan perubahan. Dimulai dari kebangkitan nasional 100 tahun silam, sumpah pemuda yang menjadi cikal bakal persatuan Indonesia, kemerdekaan republik Indonesia, lahir dan tumbangnya orde baru serta lahinya orde reformasi. Sejarah mengatakan tanpa pemuda negeri ini tidak akan menikmati kemerdekaan dan terus menerus hidup dalam ketidakadilan.

Melihat kenyataan hari ini, dapat kita lihat bagaimana problematika pemuda yang terbentang di hadapan kita sekarang sungguh kompleks, mulai dari masalah pengangguran, krisis mental, krisis eksistensi, hingga masalah dekadensi moral. Budaya permisif dan pragmatisme yang kian merebak membuat sebagian pemuda terjebak dalam kehidupan hedonis, serba instant, dan tercabut dari idealisme sehingga cenderung menjadi manusia yang anti sosial. Sungguh malang nasib pemuda hari ini, padahal generasi terdahulu telah menaruhkan sejuta harapan ditengah kita namun bagaimana jika mereka berada bersama-sama kita mungkin rasa sedih dan kekecewaan yang akan tergambarkan di wajah-wajah mereka.

Keberadaan pemuda hari ini dengan kondisi di atas memberikan peranan dan kontribusi yang kecil untuk sebuah perubahan kea rah yang lebih baik. Namun, Baca entri selengkapnya »

Posted Oktober 28, 2012 by sutrisno in Pengantar

Konsumsi dalam perspektif islam   Leave a comment

ZONA EKIS. Dalam kegiatan konsumsi, Islam telah mengatur dengan adanya beberapa Etika dan moral yang secar jelas dalam Al Qur’an yang telah tercurahkan dengan pemikiran para ahli Ekonomi. Kegiatan konsumsi merupakan akhir dari

Gambar
kegiatan Ekonomi yang merupkan sebagai pengukuran sebuah produk apakah diterima oleh masyarakat ataukah tidak yang artinya kegiatan pemaasaran adalah kunci dari sebuah produk. Dalam mengkonsumsi dalam Islam tidak hanya mementingkan apakah Cuma kebutuhan itu terpenuhi, tetapi ada batasan yang harus diperhatikan. Batasan tersebut antara lain tidak bolehnya mengkonsumsi berlebihan, dalam kemewahan, tidak bolehnya hidup kikir, sederhana dan beberapa batasan yang lainnya.

Konsumsi merupakan pemakaian atau penggunaan manfaat dari barang dan jasa. Sehingga konsumsi merupakan tujuan yang penting dari produksi tetapi yang tujuan yang utama adalah konsumsi untuk memenuhi kebutuhan hidup seseorang. Islam adalah agama komprehensif dan mencakup seluruh aspek kehidupan, yang mengatur segala tingkah laku manusia,bahkan tidak ada satu sietem kemasyarakatan , baik modern atau lama, yang menetapkan etika untuk manusia dan megatur segala aspek kehidupan manusia sampai pada persoalan yang detail selain Islam, termasuk dalam hal ini konsumsi. Bahkan konsumsi merupakan seruan dari Allah kepada manusia untuk hidupnya di dunia ini agar dapat menjalkankan perannnya sebagai khalifah di bumi. Sehingga segala hal yang kita lakukan di dunia ini tidak terlepas dari norma-norma dan ajaran Islam sehingga dalam hal konsumsi pun kita harus mengikuti kaidah-kaidah Islam.

Karakteristik Konsumsi dalam Islam

Konsumsi kekayaan dalam Islam mempunyai ciri-ciri : Pertama, tidak ada perbedaan antara pengeluaran belanja yang bersifat spiritual maupun duniawi. Kedua, konsumsi tidak dibatasi hanya pada kebutuhan efisiensi akan tetapi mencakup kesenangan–kesenangan dan bahkan barang-barang mewah yang dihalalkan. Pada ciri yang pertama merupakan karakteristik dari ajaran islam itu sendiri, di mana tidak adanya sekularisasi di dalam kehidupan. Segala yang kita lakukan di dunia ini merupakan bekal kita di akhirat dan kita akan diminta pertanggung jawabannya di akhirat.

Pada ciri yang kedua, Islam membolehkan kita untuk menikmati konsumsi barang dan jasa yang dihalalkan yang diluar kebutuhan primer. Islam membolehkan seorang muslim untuk menikmati berbagai karunia kehidupan dunia, tidak seperti kerahiban yang ada dalam ajaran kristiani, sistem pertapaan Persia, ajaran samsara hindu dan lainnya. Allah berfirman : “Katakanlah, “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan ( siapa pulakah yang mengharamkan ) rezeki yang baik?. Namun, Islam membatasi pembolehan ini kepada pemborosan dan kemewahan, seperti dalam firman-Nya “ Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”.

Beberapa Hal perlu diperhatikan dalam Konsumsi adalah sebagai berikut :

1. Kewajiban makan yang halal

Halal artinya boleh atau mubah jika berkaitan dengan sesuatu yang dikonsumsi, maka artinya boleh dikonsumsi dan ini berarti tidak mengandung bahan-bahan yang tidak halal (haram) Dasar pertama yang ditetapkan Islam adalah bahwa asal sesuatu yang dicipta Allah adalah halal dan mubah. Tidak ada satupun yang haram , kecuali karena ada nash yang sah dan tegas dari syar’I (yang berwenang membuat hokum itu sendiri ialah Allah dan Rasul).Ulama – ulama Islam mendasarkan ketetapannya, bahwa segala sesuatu asalnya mubah, dengan dalil-dalil al-Qur’an. Allah memerintahkan kita untuk makan makanan yang halal , dalam firman-Nya : “ Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi”.

2. Larangan Makanan Haram

Kebalikan dari adanya kewajiban makan makanan halal dan baik adalah larangan untuk memakan makanan yang haram. Sesuatu itu diharamkan karena adanya unsur keburukan dan kemudharatan. Beberapa makanan yang haram terdapat dalam firman Allah : “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang ketika disembelih disebut nama selain Allah.” Selain itu, minuman keras juga di haramkan seperti firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman. Sesungguhnya minum-minuman keras, berjudi, berkurban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji. Sebab itu hendaklah kamu tinggalkan supaya kamu beruntung”. Dalam salah satu haditsnya Rasulullah SAW pernah bersabda, “Ada lima binatang yang haram (tidak boleh) dibunuh (untuk tujuan konsumsi). Jika setiap darinya dibunuh oleh sesorang (untuk dikonsumsi dagingnya), maka ia termasuk orang fasik.Binatang yang dimaksud adalah burung gagak, burung rajawali, ular, landak, dan juga semua binatang yang suka menggigit (seperti anjing)”. Setiap larangan yang di keluarkan oleh Allah dan Rasul mempunyai hikmahnya. Tetapi, Baca entri selengkapnya »

Posted Oktober 13, 2012 by sutrisno in Pengantar

Tangisan Dalam Senyuman?? Senyuman dalam tangisan??   Leave a comment

Inilah waktunya.. Dalam penghujung malam..

Tak pernah terbayangkan sedikitpun persoalan kehidupan ini. Terlintas sejenak.. Pergipun selamanya..
Seakan tak meninggalkan jejak.. Yang mungkin memberikan isyarat makna kehidupan.. Dalam sentuhan basah tangan, wajah, dan kakimu.. Hatimupun tersenyum manis sambil penuh pengharapan kelak mendapatkan tempat terindah di sisi Rabbmu.. Dalam penantian menghadap kehadiratNya..
Setiap kata demi kata yang engkau panjatkan terlihat jelas makna penggambaran dirimu yang hina dihadapanNYA.

Setiap kalimat yang terucap mengisyaratkan bahwa engkau lemah tak berdaya di hadapanNYA. Lantas ‘senyummu pun berubah menjadi sebuah tangisan yg paling indah dalam sepanjang waktumu. Tangisan yang didalamnya ada sebuah kepasrahan, tangisan yang di dalamnya ada sebuah keikhlasan dan tangisan yang di dalamnya ada sebuah penyesalan.
Maka disetiap senyummu tentang masa lalumu ada sebuah tangisan..
Disetiap senyummu mengenai saat inipun ada sebuah tangisan..
Lantas apakah disaat masa yang akan datang.. Tangisanpun akan menghiasi senyummu…
Ya Rabb buatlah Hati ini istiqamah di jalanMU.  Jalan yang dilalui oleh mereka ahli-ahli surga.. Yang dalam kehidupan mereka penuh tangisan namun berbuah senyuman..
Hingga akhirnya kami mampu mengikuti jejak mereka walaupun akan terasa begitu berat..
dan hingga akhirnya datang sebuah pertanyaan ‘siapa yang kami ikuti selama ini? Maka kami pun akan menjawab mengikuti mereka yang telah duluan dijanjikan ‘tempat yg paling baik di sisiMU kelak’.

Posted April 25, 2012 by sutrisno in Pengantar

Mengapa Engkau Tertipu Kehidupan Dunia?   Leave a comment

Siapa orang yang disebut tertipu? Mereka yang tertipu itu, ialah yang tertipu dunia dengan kenikmatannya. Mereka lebih mengutamakan dunia atas akhirat, dan mereka lebih ridha dengannya daripada kehidupan akhirat. Mereka penganut paham hedonisme. Mereka kaum pemuja syahwat kenikmatan dunia.

Pernyataan-pernyataan mereka sangat rendah, dan mengatakan, “Dunia itu sifatnya tunai, dan kenikmatannya konkret, sementara akhirat itu belum ada sekarang. Sekarang yang tunai itu lebih bermanfaat daripada yang belum nampak, yaitu kehidupan di akhirat, serta adanya surga. Mereka yang mencintai kehidupan materi dan hedonis, lebih memilih yang sifatnya tunai, kehidupan dunia bagaikan mutiara yang indah, memberi kelezatan yang sangat nikmat, meyakinkan, sementara kehidupan akhirat itu masih meragukan. Mereka tidak ingin memilih kehidupan yang masih meragukan. Begitulah orang-orang yang telah masuk perangkap dan memilih kehidupan dunia.

Mereka yang memilih kehidupan itu, karena terkena rasukan dan bisikan setan yang paling dahsyat. Binatang ternak lebih cerdas daripada mereka. Binatang ternak bila takut dengan sesuatu yang membahayakan, mereka tidak akan berjalan ke depan, meskipun dipukul. Tetapi, bagi mereka yang hedonis dan penikmat dunia, itu mereka mengaku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta pertemuan dengan-Nya, maka mereka itu manusia yang paling sengsara, karena mereka mengetahui. Dan, jika mereka tidak beriman dengan itu semua, menolak, serta tidak menerima (istijabah), maka mereka lebih jauh dari kebenaran.

Allah Azza Wa Jalla berfirman :

“Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mendengar dan memahami kebenaran) yaitu orang-orang yang tidak mengerti”. (Al-Anfal : 20)

Para penganut paham hedonis dan pemuja kenikmatan dunia itu, bila mereka menyatakan bahwa yang tunai itu lebih baik dibanding dengan yang tertunda (akhirat), maka jawabannya, adalah jika diantara yang tunai dan yang tertunda sama nilainya, maka yang tunai itu lebih baik. Namun, jika keduanya berbeda, yaitu yang tertunda lebih baik dan besar nilainya, maka yang tertunda lebih baik. Lantas bagaimana membandingkan antara dunia dan akhirat? Sementara, dunia itu hanya satu nafas dari nafas-nafas akhirat?

Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Perumpamaan dunia dengan akhirat adalah kalian mencelupkan jari kalian ke laut, kemudian diangkat, lihatlah dunia hanya air yang ada di jari tersebut”.

Hakekatnya, mengutamakan dunia, yang sifatnya tunai ini atas akhirat yang tertunda adalah tipuan, dan kebodohan yang besar bagi manusia. Perbandingan antara dunia beserta isinya dengan akhirat berapakah umur manusia? Berapa lama ia menikmati dunia, kemudian selanjutnya mereka akan menuai hasilnya di akhirat. Apakah orang yang berfikir dengan logis akan mendahulukan kenikmatan sekarang (di dunia) dalam waktu yang sangat singkat, mengharamkan diri mereka dari kebaikan di akhirat yang sifatnya kekal abadi? Sebaliknya mereka lebih memilih kenikmatan kecil dan sebentar untuk meninggalkan kenikmatan yang tak ternilai harganya di akhirat, yang tak ada akhirnya, dan tak terhitung jumlahnya?

Pernyataan sebagian diantara mereka, para penganut paham hedonis itu, “Saya tidak akan meninggalkan sesuatu yang meyakinkan menuju suatu yang meragukan”. Hanya ada dua asumsi dari pernyataan itu, bisa jadi mereka meragukan janji dan ancaman Allah, meragukan kebenaran Rasul-Rasul-Nya, maka renungkanlah ayat-ayat Allah yang Mahatinggi yang menunjukkan keberadaan-Nya, kekuasaan-Nya, kehendak-Nya, ke-Esaan-Nya, kebenaran para utusan-Nya yang mereka kepada manusia.

Allah Azza Wa Jalla berfirman :

“Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, padahal kamu mendengar (perintah-perintah-Nya).” (al-Anfal : 20)

Tentu, barangsiapa mau merenung sejenak, di mana sejak janin, hingga menjadi manusia yang sempurna, maka manusia akan menyimpulkan bahwa yang mengatur demikian rupa, serta mengatur setiap tahapan yang dilalui dalam kehidupannya, tidak mungkin manusia melakukan semua itu, kemudian ditelantarkan dan ditinggalkan sia-sia. Tidak mungkin diibiarkan tanpa perintah, dilarang mengerjakan sesuatu, tidak diberitahu kepadanya hak-hak-Nya, tidak memberi balasan baik dan buruk. Barangsiapa yang merenungkan semua makhluk-Nya baik yang ia lihat atau yang tidak, ia akan menyimpulkan, semua adalah bukti ke-Esaan Tuhan, adanya kenabian, hari pembalasan, dan al-Qur’an adalah semua itu benar.

Allah berfirman :

“Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu iihat, dan dengan apa yang tidak kamu lihat, sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan pada) Rasul yang mulia”. (Al-Haaqqah : 38-40).

Adanya eksistensi manusia merupakan bukti adanya Allah yang Maha Esa, bukti kebenaran Rasul-Nya, dan bukti ketetapan sifat-sifat-Nya yang sempurna. Termasuk adanya kehidupan akhirat, yang kekal dan abadi.

Adanya jaminan surga dan neraka. Manusia dapat memilihnya sesuai dengan keyakinan mereka. Manusia yang mencintai dunia dan kenikmatan materi, tak akan pernah dapat menerima kehidupan akhirat dan surga-Nya, yang sifatnya masih tertunda itu. Wallahu‘alam.

sumber : http://www.eramuslim.com/nasihat-ulama/mengapa-tertipu-kehidupan-dunia.htm

Posted Maret 25, 2012 by sutrisno in Pengantar

Memahami ‘Kesulitan’   Leave a comment

Bagaimanapun sulitnya masalah kehidupan ini pasti ada jalan keluarnya……

Ditujukan untuk para sahabat sekalian.. masih tentang mereka yang darinya saya belajar untuk memahami bagaimana kehidupan ini. Tentang kesulitan merupakan  bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita apalagi sebagai seorang muslim. Mau tidak mau, lari ataupun diam ditempat, berbuat ataupun tidak berbuat apa-apa kita pasti akan mengalami sebuah proses yang namanya kesulitan. Ada banyak cara dalam memahami kesulitan misalnya bagi orang-orang yang pesimis mereka beranggapan kesulitan adalah sebuah malapetaka  ataupun bencana yang membuat mereka tak mampu berbuat apa-apa, menghentikan gerak langkah mereka dan menjadi penghalang atas usaha yang sedang mereka lakukan.

Berbeda dengan orang –orang yang optimis, mereka senantiasa memandang  kesulitan dari sisi yang berbeda. Mereka melihat sebuah kesulitan adalah sebuah kesempatan untuk mengevaluasi diri, merubah cara apa yang mereka lakukan, bahkan pada saat yang bersamaan mampu mengembangkan potensi yang mereka miliki. Mereka tidak berpikir apa yang kebanyakan rata-rata orang pikir tentang kesulitan. olehnya memang jumlah mereka, orang-orang yang melihat ‘kesulitan’ sebagai peluang evaluasi dan meningkatkan potensi itu lebih sedikit dibanding dengan yang lainnya.

Kadang kesulitan itu memang membuat seseorang frustasi, bingung, stres, panik, putus asa dan sikap negatif lainnya. Namun hal ini hanya terjadi pada kebanyakan orang yang hidupnya jauh dari tuntunan Al-Qur`an. Jauhnya mereka dari tuntunan Al Qur’an menyebabkan mereka gampang gelisah, tegang, dan marah. Mereka menjalani kehidupan ini dengan beban masalah dan tekanan batin yang luar biasa beratnya, sehingga menjauhkan mereka dari kebahagiaan hidup.

Jika hidup kita benar-benar sesuai dengan tuntunan Al-Quran maka tak ada keraguan sedikitpun dalam menghadapi yang namanya ‘kesulitan’ sebab dalam Al-Quran sendiripun telah di jelaskan hingga dua kali bahwa ‘sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan’.

Semoga kita benar-benar mampu memahami ‘kesulitan’ dalam kerangka berpikir orang-orang optimis agar kita senantiasa melakukan evaluasi dan peningkatan potensi menuju ke arah yang lebih baik.

Salam untuk sahabat semua semoga kita dapat saling memotivasi untuk berbuat yang terbaik pada kehidupan ini.

Posted Maret 14, 2012 by sutrisno in Refleksi

Dikaitkatakan dengan , ,

Ter’untuk’ Sahabat   Leave a comment

Hanya sebuah catatan singkat semoga bermanfaat untuk kita semua

Kembalilah kehari-hari cerahmu di mana kebaikan selalu menyertaimu…
ada sejuta harapan yang engkau miliki…
dan ada sebuah cita-cita besar yang ingin diwujudkan…

Yakinkan diri ini bahwa potensi yang diberikan-NYA kepada kita adalah sama untuk semuanya…
olehnya kuatkan ikhtiar kita untuk menjadi yang lebih baik dari hari kemarin….

Jangan pernah menyesali sesuatu selain kesalahan dan segala perbuatan buruk yang pernah kita lakukan..
Bukankah jalan yang baik itu ditempuh dengan cara yang baik..
Maka begitupun dengan cita-cita yang baik akan terwujud dari sebuah harapan melalui ikhtiar yang baik pula.

Dan orang-orang berbicara mengenai dirimu…
Sabarlah saudaraku…!! Sungguh sangat berat berusaha menjadi orang baik..

Hari ini mungkin engkau akan merasakan hal yg baru dari biasanya,  karena ada orang-orang  yang tak yakin kepadamu.. Tentang apa yg kau katakan, perbuat dan amalkan. Namun, jika kau sadari bahwa doa orang-orang sholihin telah terkabulkan atas dirimu.
Sekarang engkau punya lingkungan yg baru. Engkau telah keluar dari lingkunganmu dulu maka masuklah ke lingkunganmu yang sekarang.

Bersabarlah atas jalan yang kau tempuh sekarang karena diatasnya engkau akan mengorbankan seluruh apa yg ada padamu seperti dahulu apa yg pernah engkau korbankan pada jalanmu.
Engkau akan mulai sesuatu dari apa yg engkau ucapkan, dari apa yg engkau perbuat, dan dari apa yg engkau amalkan.
Dan hari ini sungguh sangat berat untuk berkata yg baik, karena perkataan yg baik itu bagaikan barang-barang yang langka yg susah untuk kita temukan walaupun hanya sekedar senda gurau begitupun dengan perbuatan baik. Namun, mulailah berusaha dari sekarang saudaraku untuk berkata dan berbuat yg terbaik.

Biarkan orang-orang berkata apa saja tentang dirimu namun yakinkan dirimu bahwa.. “berbuatlah yg terbaik biarkan Allah SWT yang menilai sekaligus memberikan balasan tentang apa yg engkau kerjakan”

Akhirnya, jangan pernah lewatkan satu kebaikanpun dalam hidup ini dan jangan lewatkan hari-hari ini tanpa berbuat kebaikan agar di kemudian hari kita dibangkitkan pula dengan keadaan yang baik…

Tetap istiqomah saudaraku…
Jangan Pernah bersedih Sesungguhnya Allah bersama Kita.

Akhirnya, semoga apa yg engkau minta yakni
“Ihdinassirotal Mustaqim” benar-benar  dapat terkabulkan

Posted Maret 5, 2012 by sutrisno in Pengantar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.